Jumat, 08 Mei 2009

AKTIVA TETAP dan AKTIVA LAIN-LAIN

Definisi
• Aktiva tetap adalah aktiva berwujud yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau dengan dibangun lebih dahulu, yang digunakan dalam operasi perusahaan, tidak dimaksudkan untuk dijual dalam rangka kegiatan normal perusahaan dan mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun
• Penyusutan adalah alokasi sistematik jumlah yang dapat disusutkan dari suatu aktiva sepanjang masa manfaat.
• Jumlah yang dapat disusutkan (depreciable amount) adalah biaya perolehan suatu aktiva, atau jumlah lain yang disubstitusikan untuk biaya perolehan dalam laporan keuangan, dikurangi nilai sisanya.
• Masa manfaat adalah:
a. periode suatu aktiva diharapkan digunakan oleh perusahaan; atau
b. jumlah produksi atau unit serupa yang diharapkan diperoleh dari aktiva oleh perusahaan.
• Biaya perolehan adalah jumlah kas atau setara kas yang dibayarkan atau nilai wajar imbalan lain yang diberikan untuk memperoleh suatu aktiva pada saat perolehan atau konstruksi sampai dengan aktiva tersebut dalam kondisi dan tempat yang siap untuk dipergunakan.
• Nilai sisa adalah jumlah neto yang diharapkan dapat diperoleh pada akhir masa manfaat suatu aktiva setelah dikurangi taksiran biaya pelepasan.
• Nilai wajar adalah suatu jumlah, untuk itu suatu aktiva mungkin ditukar atau suatu kewajiban diselesaikan antara pihak yang memahami dan berkeinginan untuk melakukan transaksi wajar.
• Jumlah tercatat (carrying amount) adalah nilai buku, yaitu biaya perolehan suatu aktiva setelah dikurangi akumulasi penyusutan.
• Jumlah yang dapat diperoleh kembali (recoverable amount) adalah jumlah yang diharapkan dapat diperoleh kembali dari penggunaan suatu aktiva di masa dating, termasuk nilai sisanya atas pelepasan aktiva.

Pengakuan Aktiva Tetap
• Suatu benda berwujud harus diakui sebagai suatu aktiva dan dikelompokkan sebagai aktiva tetap bila:
o Manfaat keekonomian di masa datang yang berkaitan dengan aktiva tersebut akan mengalir ke dalam perusahaan ke dalam perusahaan; dan
o Biaya perolehan aktiva dapat diukur secara handal.
• Dalam menentukan apakah suatu pos memenuhi criteria pertama untuk pengakuan, suatu perusahaan harus menilai tingkat kepastian aliran manfaat keekonomian masa yang akan datang berdasarkan bukti yang tersedia pada waktu pengakuan awal.
• Kriteria kedua untuk pengakuan biasanya dapat dipenuhi langsung karena transaksi pertukaran mempunyai bukti pembelian aktiva mengidentifikasikan biayanya.
• Untuk mengidentifikasi suatu pos terpisah dari aktiva tetap, pertimbangan dibutuhkan dalam mengaplikasikan criteria dalam definisi untuk keadaan khusus atau jenis perusahaan khusus. Suku cadanga dan peralatan siap pakai dikualifikasi sebagai aktiva tetap jika perusahaan mengharapkan untuk menggunakannya selama lebih dari satu periode.
• Aktiva tetap dapat diperoleh untuk alasan keamanan atau lingkungan. Perolehan aktiva tetap tersebut, dimana tidak secara langsung meningkatkan manfaat keekonomian masa yang akan datang dari suatu aktiva tetap tertentu yang ada dapat diperlukan bagi perusahaan untuk memperoleh manfaat keekonomian masa yang akan datang dari aktiva yang lain.

Pengakuan Awal Aktiva Tetap
• Suatu benda berwujud yang memenuhi kualifikasi untuk diakui sebagai aktiva dan dikelompokkan sebagai aktiva tetap, pada awalnya harus diukur berdasarkan biaya perolehan.

Komponen Biaya
• Biaya perolehan suatu aktiva tetap terdiri dari harga belinya, termasuk bea impor dan PPN Masukan Tak Boleh Restitusi (non-refundable), dan setiap biaya yang dapat diatribusikan secara langsung dalam membawa aktiva tersebut ke kondisi yang membuat aktiva tersebut dapat bekerja untuk penggunaan yang dimaksudkan.
• Contoh biaya yang dapat diatribusikan secara langsung adalah:
a. Biaya persiapan tempat;
b. Biaya pengiriman awal (initial delivery) dan biaya simpan dan bongkar muat (handling costs);
c. Biaya pemasangan (installation costs); dan
d. Biaya professional seperti arsitek dan insinyur.
• Jika pembayaran untuk suatu aktiva tetap ditangguhkan melampaui jangka waktu kredit normal, biayanya adalah yang disamakan dengan harga tunai; perbedaan antara jumlah ini dan pembayaran total diakui sebagai beban bunga selama periode kredit selama tidak dikapitalisasi menurut perlakuan alternative PSAK No.26 tentang Akuntansi Bunga untuk Periode Konstruksi.
• Biaya administrasi dan overhead umum lainnya bukan merupakan suatu komponen biaya aktiva tetap sepanjang biaya tersebut tidak dapat diatribusikan secara langsung pada biaya perolehan aktiva.
• Biaya perolehan suatu aktiva yang dikonstruksi sendiri ditentukan menggunakan prinsip yang sama seperti suatu aktiva yang diperoleh.
• Biaya perolehan suatu aktiva yang digunakan oleh lessee dalam suatu lease keuangan ditentukan menggunakan prinsip dalam PSAK No.30 tentang Akuntansi Sewa Guna Usaha.

Perolehan secara Gabungan
• Harga perolehan dari masing-masing aktiva tetap yang diperoleh secara gabungan ditentukan dengan mengalokasikan harga gabungan tersebut berdasarkan perbandingan nilai wajar masing-masing aktiva yang bersangkutan.


Pertukaran Aktiva
• Suatu aktiva tetap dapat diperoleh dalam pertukaran atau pertukaran sebagian untuk suatu aktiva tetap yang tidak serupa atau aktiva lain.
• Biaya pos tersebut diukur pada nilai wajar aktiva yang dilepaskan atau yang diperoleh, yang mana yang lebih handal,, ekuivalen dengan nilai wajar aktiva yang dilepaskan setelah disesuaikan dengan jumlah setiap kas atau setara kas yang ditransfer.
• Suatu aktiva tetap dapat diperoleh dalam pertukaran atas suatu aktiva yang serupa yang memiliki manfaat yang serupa dalam bidang usaha yang sama dan memiliki suatu nilai wajar serupa.
• Suatu aktiva tetap juga dapat dijual dalam pertukaran dengan kepemilikan aktiva serupa.

Aktiva Donasi
• Aktiva tetap yang diperoleh dari sumbangan harus dicatat sebesar harga taksiran atau harga pasar yang layak dengan mengkreditkan akun “Modal Donasi.”


Pengeluaran Setelah Perolehan (Subsequent Expenditures)
• Pengeluaran setelah perolehan awal suatu aktiva tetap yang memperpanjang masa manfaat atau yang kemungkinan besar memberi manfaat keekonomian di masa yang akan datang dalam bentuk peningkatan kapasitas, mutu produksi, atau peningkatan standar kinerja, harus ditambahkan pada jumlah tercatat aktiva yang bersangkutan.
• Pengeluaran setelah perolehan (subsequent expenditures) pada property, pabrik dan peralatan hanya diakui sebagai suatu aktiva jika pengeluaran meningkatkan kondisi aktiva melebihi standar kinerja semula.
• Contoh peningkatan yang menghasilkan peningkatan manfaat keekonomian masa yang akan datang mencakup:
a. Modifikasi suatu pos sarana pabrik untuk memperpanjang usia manfaatnya, termasuk suatu peningkatan kapasitasnya;
b. Peningkatan kemampuan mesin (upgrading machine parts) untuk mencapai peningkatan besar dalam kualitas output; dan
c. Penerapan proses produksi baru yang memungkinkan suatu pengurangan besar biaya operasi.
• Pengeluaran untuk perbaikan atau perawatan aktiva tetap untuk menjaga manfaat keekonomian masa yang akan datang yang dapat diharapkan perusahaan, untuk mempertahankan standar kerja semula atas suatu aktiva, biasanya diakui sebagai beban saat terjadi. Contohnya biaye pemeliharaan dan reparasi.
• Perlakuan akuntansi yang tepat untuk pengeluaran yang terjadi setelah perolehan suatu aktiva tetap tergantung pada keadaan yang diperhitungkan pada pengukuran awal dan pengakuan pos yang berkaitan dari aktiva tetap.
• Komponen utama dari beberapa aktiva tetap dapat membutuhkan penggantian pada jangka waktu yang teratur. Komponen dibukukan sebagai aktiva terpisah karena memiliki masa manfaat yang berbeda dari aktiva tetap yang berhubungan.

Pengukuran Berikutnya (Subsequent Measurement) terhadap Pengakuan Awal
• Aktiva tetap disajikan berdasarkan nilai perolehan aktiva tersebut dikurangi akumulasi penyusutan.
• Penilaian kembali atau revaluasi aktiva tetap pada umumnya tidak diperkenankan karena SAK menganut penilaian aktiva berdasarkan harga perolehan atau harga pertukaran.

Penyusutan
• Jumlah dapat disusutkan suatu aktiva tetap harus dialokasikan secara sistematis sepanjang masa manfaatnya. Metode penyusutan harus mencerminkan pola pemanfaatan keekonomian aktiva oleh perusahaan.
• Penyusutan untuk setiap periode diakui sebagai beban untuk periode yang bersangkutan, kecuali termasuk sebagai jumlah tercatat aktiva lain.
• Bersamaan dengan manfaat keekonomian yang diwujudkan dalam suatu aktiva dikonsumsi oleh perusahaan, jumlah tercatat aktiva berkurang untuk mencerminkan konsumsi ini, biasanya dalam bentuk beban penyusutan.
• Manfaat keekonomian yang diwujudkan dalam suatu pos aktiva tetap dikonsumsi oleh perusahaan sepanjang masa manfaat aktiva. Faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam menentukan masa manfaat suatu aktiva:
a. Penggunaan aktiva yang diharapkan oleh perusahaan. Penggunaan dinilai dengan pedoman kapasitas aktiva yang diharapkan atau output fisik;
b. Keusangan fisik yang diharapkan, yang tergantung pada factor operasional seperti jumlah pergantian kelompok kerja dimana aktiva digunakan dan program perbaikan dan perawatan dari perusahaan dan perawatan aktiva pada saat menganggur;
c. Keusangan teknis yang timbul dari perubahan atau perbaikan produksi, atau dari perubahan permintaan pasar untuk produk atau jasa yang dihasilkan oleh aktiva; dan
d. Pembatasan hokum atau yang serupa atas penggunaan aktiva, seperti habisnya waktu dari sewa guna usaha yang berkaitan.
• Masa manfaat aktiva ditentukan berdasarkan kegunaan yang diharapkan oleh perusahaan. Masa manfaat suatu aktiva dapat lebih pendek daripada usia keekonomiannya. Estimasi masa manfaat suatu aktiva tetap merupakan masalah pertimbangan yang berdasarkan pada pengalaman perusahaan dengan aktiva serupa.
• Tanah dan bangunan harus diperlakukan sebagai aktiva terpisah untuk tujuan akuntansi, walaupun diperoleh secara sekaligus.
a. Tanah biasanya memiliki usia tak terbatas, oleh karena itu tidak disusutkan.
b. Bangunan memiliki usia terbatas, oleh karena itu disusutkan.
• Peningkatan nilai tanah tempat bangunan didirikan tidak mempengaruhi masa manfaat bangunan.
• Jumlah yang dapat disusutkan dari suatu aktiva ditentukan setelah mengurangi nilai sisa aktiva. jika benchmark treatment digunakan dan nilai sisa signifikan maka nilai sisa diestimasi pada tanggal perolehan dan tidak meningkat untuk perubahan harga. Jika perlakuan alternatif yang diijinkan yang digunakan, maka estimasi harus dibuat pada tanggal penilaian kembali berikutnya atas aktiva.
• Jika pembelian suatu aktiva mengakibatkan perusahaan mengeluarkan biaya membongkar, memindahkan, memperbaiki, pada akhir masa manfaat aktiva, biaya tersebut diakui sebagai suatu beban sepanjang usia aktiva, dengan cara:
a. Mengurangi biaya yang diestimasi dalam menentukan nilai sisa aktiva dan dengan cara demikian meningkatkan beban penyusutan tahunan. Setiap jumlah tercatat negative yang dihasilkan, diakui sebagai suatu hutang;
b. Jika biaya yang diestimasi tidak dikurangkan dalam menetapkan nilai sisa, dengan mengakui biaya sebagai suatu beban terpisah sepanjang usia aktiva sedemikian rupa sehingga hutang untuk biaya ini tersedia penuh pada akhir masa manfaat aktiva.
• Berbagai metode penyusutan dapat digunakan untuk mengalokasikan jumlah yang dapat disusutkan dari suatu aktiva pada dasar sistematis sepanjang masa manfaatnya yaitu Metode penyusutan berdasarkan waktu (lihat PSAK No.17 tentang Akuntansi Penyusutan).
• Beban penyusutan untuk suatu periode biasanya diakui sebagai suatu beban. Namun dalam waktu tertentu manfaat keekonomian yang terwujud dalam suatu aktiva diserap perusahaan dalam memproduksi aktiva lain bukan memberikan kenaikan pada suatu beban.

Telaah Ulang Masa Manfaat (Review of Useful Life)
• Masa manfaat suatu aktiva tetap harus ditelaah ulang secara periodic dan jika harpan berbeda secara signifikan dengan estimasi sebelumnya, beban penyusutan untuk periode sekarang dan masa yang akan datang harus disesuaikan.
• Sepanjang usia suatu aktiva dapat menjadi jelas bahwa estimasi masa manfaat adalah tidak tepat. Contohnya, masa manfaat dapat diperpanjang oleh pengeluaran setelah perolehan pada aktiva yang meningkatkan kondisi aktiva melampaui standar kinerja yang dinilai pada mulanya.
• Kebijakan perbaikan dan perawatan perusahaan juga dapat mempengaruhi masa manfaat suatu aktiva. Kebijakan dapat menghasilakan suatu perpanjangan masa manfaat aktiva atau suatu peningkatan dalam nilai sisanya.

Telaah Ulang Metode Penyusutan
• Metode penyusutan yang digunakan untuk aktiva tetap ditelaah ulang secara periodik dan jika terdapat suatu perubahan signifikan dalam pola pemanfaatan ekonomi yang diharapkan dari aktiva tersebut, metode penyusutan harus diubah untuk mencerminkan perubahan pola tersebut.
• Perubahan metode penyusutan harus diperlakukan sebagai suatu perubahan kebijakan akuntansi dan dilaporkan sesuai dengan PSAK No.25 tentang Laba atau Rugi Bersih untuk Periode Berjalan, Kesalahan Mendasar dan Perubahan Kebijakan Akuntansi.

Penurunan Nilai Manfaat Keekonomian
• Apabila manfaat keekonomian suatu aktiva tetap tidak lagi sebesar jumlah tercatat, maka aktiva tersebut harus dinyatakan sebesar jumlah yang sepadan dengan nilai manfaat keekonomian yang tersisa, penurunan nilai kegunaan aktiva tetap tersebut dilaporkan sebagai kerugian.

Penghentian dan Pelepasan
• Suatu aktiva tetap dieliminasi dari neraca ketika dilepaskan atau bila aktiva secara permanent ditarik dari penggunaannya dan tidak ada manfaat keekonomian masa yang akan datang diharapkan dari pelepasannya.
• Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian atau pelepasan suatu aktiva tetap diakui sebagai keuntungan atau kerugian dalam laporan laba rugi.
• Jika suatu aktiva tetap dipertukarkan untuk suatu aktiva yang serupa, biaya perolehan aktiva yang diperolah adalah sama dengan jumlah tercatat aktiva yang dilepaskan dan tidak ada keuntungan atau kerugian yang dihasilkan.
• Transaksi jual dan sewa guna usaha balik dibukukan sesuai dengan PSAK No.30 tentang Akuntansi Sewa Guna Usaha.
• Aktiva tetap yang dihentikan dari penggunaan aktif dan ditahan untuk dilepaskan dinilai pada yang terendah antara jumlah tercatatnya dan nilai realisasi neto.

Pengungkapan
• Laporan keuangan harus mengungkapkan, dalam hubungan dengan setiap jenis aktiva tetap:
a. Dasar penilaian yang digunakan untuk menentukan jumlah tercatat bruto. Jika lebih dari satu dasar yang digunakan, jumlah tercatat bruto untuk dasar dalam setiap kategori harus diungkapkan;
b. Metode penyusutan yang digunakan;
c. Masa manfaat atau tarif penyusutan yang digunakan;
d. Jumlah tercatat bruto dan akumulasi penyusutan pada awal dan akhir periode;
e. Suatu rekonsiliasi jumlah tercatat pada awal dan akhir periode.
• Laporan keuangan juga harus mengungkapkan:
a. Eksistensi dan batasan atas hak milik, dan aktiva tetap yang dijaminkan untuk hutang;
b. Kebijakan akuntansi untuk biaya perbaikan yang berkaitan dengan aktiva tetap;
c. Jumlah pengeluaran pada akun aktiva tetap dalam konstruksi;dan
d. Jumlah komitmen untuk akuisisi aktiva tetap.
• Jika aktiva tetap dicatat pada jumlah yang dinilai kembali hal berikut harus diungkapkan:
a. Dasar yang digunakan untuk menilai kembali aktiva;
b. Tanggal efektif penilaian kembali;
c. Nama penilai independent;
d. Jumlah tercatat setiap jenis aktiva tetap;
e. Surplus penilaian kembali aktiva tetap.
• Para pemakai laporan keuangan juga menemui bahwa informasi berikut adalah relevan dengan kebutuhan mereka;
a. Jumlah tercatat aktiva tetap yang menganggur secara temporer;
b. Jumlah tercatat bruto dari setiap aktiva tetap yang disusutkan penuh yang masih dalam penggunaany;
c. Jumlah tercatat aktiva tetap yang dihentikan dari penggunaan aktif dan ditahan untuk dihentikan;dan
d. Jika benchmark treatment digunakan, nilai wajar aktiva tetap jika secara material berbeda dari jumlah tercatatnya.


Aktiva lain-lain
• Pos-pos yang tidak dapat secara layak digolongkan dalam aktiva tetap, dan juga tidak dapat digolongkan dalam aktiva lancar, investasi/penyertaan maupun aktiva tak berwujud, seperti: aktiva tetap yang tidak digunakan, piutang kepada pemegang saham, beban yang ditangguhkan dan aktiva lancar lainnya disajikan dalam kelompok aktiva lain-lain.
• Biaya yang tidak dilaporkan sebagai beban pada periode terjadinya karena dianggap memberikan manfaat bagi periode-periode selanjutnya digolongkan sebagai beban yang ditangguhkan.
• Pos-pos yang termasuk dalam golongan tersebut yaitu:
a. Biaya pendirian perusahaan yang timbul pada perusahaan dalam tahap pembanguna. (PSAK No.6 ttg Akuntansi dan Pelaporan Bagi Perusahaan Dalam Tahap Pengembangan)
b. Biaya emisi saham, yaitu biaya yang terjadi dalam rangka pemasyarakatan saham perusahaan yang meliputi biaya notaries/penasehat hokum, penilai, biaya pencetakan efek dan prospectus, dll.
• Selisih hutang pajak penghasilan yang dihitung berdasarkan laba kena pajak dengan perhitungan pajak penghasilan berdasarkan laba akuntansi yang disebabkan oleh pos tidak lancar disajikan dalam kelompok aktiva lain-lain.


















(Dikutip dari PSAK no.16 hak cipta 1994, Ikatan Akuntansi Indonesia)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar