Jumat, 24 April 2009

tgs SPM

SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN

Pertanyaan:

1. Kinerja manajer pusat laba dinilai dari lima (5) ukuran profitabilitas yaitu:

a. Margin kontribusi,

b. Direct profit,

c. Laba terkontrol,

d. Laba sebelum pajak, dan

e. Laba bersih

Pada kondisi apakah masing-masing dari ukuran profitabilitas tersebut sebaiknya digunakan oleh perusahaan?

2. Carilah contoh perusahaan yang menggunakan metode harga transfer den sebutkan model harga transfer apakah yang digunakan?

Jawaban:

  1. a. Margin kontribusi, menunjukkan rentang(speard) antara pendapatan dengan beban variabel. Margin kontribusi digunakan sebagai alat pengukur kinerja manajer pusat laba karena beban tetap(fixed expense) berada diluar kendali manajer tersebut, sehingga para manajer harus memusatkan perhatian untuk memaksimalkan margin kontribusi.

b. Direct profit, mencerminkan kontribusi pusat laba terhadap terhadap overhead umum dan laba perusahaan. Direct profit menggabungkan seluruh pengeluaran pusat laba, baik yang dikeluarkan oleh atau dapat ditelusuri langsung ke pusat laba tersebut tanpa memperhatikan pos-pos ini ada dalam kendali manajer pusat laba atau tidak.

Kelemahan : direct profit tidak memasukkan unsur manfaat motivasi dari biaya-biaya kantor pusat.

c. Laba terkontrol, yang termasuk dalam pengeluaran-pengeluaran kantor pusat adalah pengeluaran yang dapat dikendalikan, paling tidak pada tingkat tertentu oleh manajer unit bisnis mis:layanan teknologi informasi. Jika biaya-biaya ini termasuk dalam system pengukuran, maka laba yang dihasilkan setelah dikurangi dengan seluruh biaya yang dipengaruhi oleh manajer pusat laba tersebut.

Kelemahan : Laba terkontrol tidak memasukkan beban kantor pusat yang tidak dapat dikendalikan, sehingga tidak dapat langsung dibandingkan dengan data yang diterbitkan / data asosiasi dagang yang melaporkan laba dari perusahaan-perusahaan lain di industri yang sama.

d. Laba sebelum pajak, dimana seluruh overhead korporat dialokasikan ke pusat laba berdasarkan jumlah relative dari beban yang dikeluarkan oleh pusat laba. Alasan overhead dimasukkan ke dalam laporan kinerja pusat laba yaitu:

1. Unit jasa korporat memiliki kecenderungan untuk meningkatkan dasar kekuatam dan untuk memperluas keunggulannya tanpa memperhatikan dampaknya terhadap perusahaan secara keseluruhan.

2. Kinerja setiap pusat laba akan lebih realistis dan lebih dapat diperbandingkan dengan kinerja para pesaing yang memberikan jasa yang sama.

3. Ketika para manajer mengetahui bahwa pusat laba mereka tidak akan menunjukkan laba kecuali semua biaya termasuk bagian overhead perusahaan yang dialokasikan tertutupi.

e. Laba bersih, perusahaan mengukur kinerja pusat laba domestic berdasarkan laba bersih, yaitu jumlah laba bersih setelah pajak. Ada situai dimana tariff pajak bervariasi antarpusat laba. Contoh: anak perusahaan di luar negeri atau unit-unit bisnis yang beroperasi di luar negeri akan memiliki tarif pajak penghasilan yang berbeda.

  1. Perusahaan : PT. Arabikatama Khatulistiwa Fishing Industry, yang merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang industri penangkapan ikan dengan hasilnya diekspor ke Jepang. Dalam operasionalnya perusahaan didukung oleh beberapa divisi yang semuanya bertindak sebagai pusat laba (profit center). Divisi tersebut adalah penangkapan ikan, perdagangan ikan, logistik dan spare part, pabrik es, umpan, bengkel dan galangan kapal.

Metode yang digunakan yaitu : Metode harga transfer berdasarkan metode Cost plus yaitu metode biaya ditambah laba dengan adanya pembatasan pembelian dari luar perusahaan.

Divisi penangkapan ikan merupakan divisi yang bertindak sebagai penerima pelimpahan dari empat divisi lain. Dalam melakukan operasionalnya semua kebutuhan untuk melaut yaitu kebutuhan kapal, personil sampai kepada maintenance kapal pasca melaut dipenuhi dari divisi logistic dan spare part, umpan, bengkel dan pabrik es. Semua pelimpahan harga barang atau jasa ke empat divisi tersebut merupakan pendapatan bagi divisinya dan merupakan biaya bagi divisi penangkapan ikan.

Dari hasil analisis metode harga transfer yaitu metode Cost plus perusahaan implikasi terhadap laba divisi memberikan hasil positif yaitu semua divisi memperoleh laba. Total laba divisi yang terkait mekanisme transfer metode Cost plus perusahaan memberikan hasil sebesar Rp. 20.443.101.942,-. Untuk metode Cost plus alternatif yaitu divisi penangkapan ikan diberikan kebebasan untuk membeli semua kebutuhannya dari luar perusahaan dengan asumsi harga pembelian lebih murah 5 % dari internal perusahaan, hasil yang diperoleh divisi penangkapan ikan labanya meningkat sedangkan total laba semua divisi yang terkait transfer turun menjadi Rp. 13.322.485.898,- .

Metode penentuan harga transfer Cost plus perusahaan dengan kebijakan semua kebutuhan divisi dipenuhi secara internal merupakan metode yang paling tepat dibandingkan dengan metode Cost plus alternatif karena hasil yang diperoleh memberikan konstribusi laba terbesar baik untuk masing-masing divisi maupun secara keseluruhan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar